KARENA DIA
Karena dia…
aku pernah merasa dunia begitu sederhana,
cukup dengan satu senyuman,
hari-hariku terasa utuh.
Karena dia…
aku belajar mencintai tanpa syarat,
memberi tanpa banyak bertanya,
dan berharap tanpa tahu akhirnya.
Karena dia…
aku percaya bahwa seseorang bisa menjadi rumah,
tempat pulang dari lelah,
meski dunia terasa begitu berat.
Karena dia…
aku bahagia,
dengan cara yang tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata.
Karena dia…
aku mencintai,
dengan cara yang mungkin terlalu dalam.
Namun…
Karena dia juga,
aku pernah terluka.
Luka yang tidak terlihat,
tapi terasa di setiap diam yang panjang,
di setiap kenangan yang terus berulang.
Karena dia…
aku mengerti bahwa tidak semua yang kita jaga
akan tetap tinggal.
Karena dia…
aku belajar bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki,
kadang tentang melepaskan dengan ikhlas.
Dan karena dia…
aku tumbuh.
Aku menjadi lebih kuat,
lebih mengerti arti kehilangan,
dan lebih bijak dalam mencintai.
Sekarang aku tahu,
bahwa dia bukan sekadar seseorang yang datang lalu pergi.
Dia adalah bagian dari perjalanan,
yang mengajarkanku tentang hidup,
tentang rasa,
tentang menjadi manusia yang lebih utuh.
Karena dia…
aku pernah jatuh,
tapi juga belajar untuk bangkit.
Karena dia…
aku pernah kehilangan,
tapi juga menemukan diriku sendiri.
Dan pada akhirnya…
Karena dia,
aku menjadi aku yang sekarang.